Content

Rabu, 21 Agustus 2019

Hari Ini, Sudah Berapa Kalikah Si Kecil Mendapatkan Pelukan + Ciuman?


Meski terkesan 'sepele' dan 'sederhana.' Aktifitas mencium dan memeluk anak yang hanya butuh beberapa detik itu, kadang sering terlewati. Alasannya sederhana: sibuk & lupa 

Alasannya, ada yang terikat dengan office hours. Namun, ketika berkumpul bersama anak saat weekend-pun, peluk - cium tak kunjung diberikan. Alasannya sederhana: sibuk dan lupa lagi.

Padahal, kalau kita sadar: kuantitas memberikan pelukan + ciuman ini  berbanding lurus dengan waktu. Semakin gede anak - anak itu, akan semakin jarang mereka mendapatkan pelukan + ciuman dari orang tuanya. Biasanya dimulai saat meninggalkan usia dininya (7 atau 8 tahun ke atas). Benarkan?

Padahal, kalau kita sadar: frekuensi memberikan pelukan + ciuman ini juga akan berbanding lurus dengan tingkat kerewelan anak. Semakin anak rewel, semakin jauhlah harapannya untuk mendapatkan pelukan + ciuman dari orang tuanya. Terutama saat orang tuanya sendiri telah mengkategorikan rewelnya itu berada pada grade 'darurat.' Bukan pelukan + ciuman. Malah mendapatkan hantaman kemarahan. 

SEKARANG, pertanyaannya ada 2 (dua) saja. 
SATU, sanggupkah kita menahan sang waktu agar umur anak tidak bertambah?
DUA, sanggupkah kita menahan sang anak agar semasa balitanya tidak rewel?

Untuk itu, sebelum waktu berjalan dan kemudian kita baru menyadarinya ketika anak-anak itu sudah besar. Bahkan bisa jadi ketika mereka sudah mempunyai anak-anak malah. Sungguh terlambat sudah.

Dan sebelum kita melakukan tindakan-tindakan bodoh dalam menangani tangis - rewel sang anak.

SEKARANG, lakukan saja langkah sederhana ini. Sederhana. Tidak perlu energi. Tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Hanya butuh kepekaan hati plus  jiwa yang tulus dan tenang. Peluk dan ciumlah mereka!

Sederhana bukan? Namun dari sikap yang 'kecil' ini mempunyai dampak yang sepanjang masa (lifelong benefits). Bahkan, dengan memberi pelukan + ciuman kepada anak akan memberikandampak konkrit lainnya, seperti:

SATU. Akan membangun kontak batin yang kuat antara orang tua dengan anaknya. Jangankan  anak. Bagi yang sudah berpasangan dengan sah (suami - istri). Biasanya ketika terjadi 'debat' atau 'selisih paham'. bukankah semuanya bisa diredakan dengan sebuah pelukan yang penuh kasih sayang?

DUA. Mengendorkan ketegangan syaraf sekaligus mengurangi tekanan darah tingginya. Beberapa pakar pernah mengungkapkan hal ini terjadi karena pengaruh hormon. Salah satunya hormon oxytocin yang meningkat ketika anak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya melalui pelukan + ciuman tentunya. 

TIGA. Memberi rasa nyaman dan ketenangan kepada anak, sehingga kelak mereka  menjadi pribadi yang matang dalam mengabil keputusan. 

Tentu kematangan ini juga akan berdampak bagi kehidupannya di masa mendatang. Mereka bisa bebas dari  pribadi yang 'serba galau'. Mereka bisa bebas dari kepribadian yang 'senang' menyalahkan masa lalu dan orang lain. Meski dalam situasi yang paling sulit sekalipun. 

Nah, hari ini, sudah berapa kali si kecil di rumah mendapatkan pelukan + ciuman dari ayah-bundanya? 

0 komentar:

Posting Komentar

Pendidikan adalah apa yang tersisa setelah seseorang melupakan apa yang ia pelajari di sekolah

(Albert Einstein)

TENTANG KISSMEMOM

kissmemom adalah suara keresahan. Keresahan atas berbagai tragedi yang menghujam ruang kemerdekaan generasi penerus bangsa: anak - anak kita. Bahkan saat bersama kedua orang tua terkasihnya sekalipun, mereka harus rela kehilangan rasa dan makna cinta - kasih.

kissmemom adalah suara gerakan. Gerakan untuk mengutip kembali kepingan cinta - kasih yang hilang itu. Untuk kemudian dikembalikan kepada sang pemiliknya: anak-anak kita.
Tidak ada yang lebih indah ketika anak tertidur pulas kecuali Sang Ibu yang bahagia karena telah menidurkannya

(RW Emerson)
Kecuplah anak dengan kasih sayang,
Meski sekali, tapi itu sangat berarti
Meski sejenak, tapi itu memberi jejak

(Kissmemom)

Kontak KISSMEMOM

email: kissmemompliss@gmail.com