baca sekarang

Rabu, 18 September 2019

Bencana Asap & Ketidakberdayaan Kita




Langsung saja, sekarang mari kita do’akan bersama:

SATU: Semoga bencana ASAP segera HILANG dan masyarakat bisa kembali menghirup udara segar; 

DUA: Semoga para PEMBUAT ASAP ini dan siapapun yang BERKOMPROMI dengannya, juga bisa segera HILANG dari muka bumi ini!


Mungkin ini do'a yang terbaik di tengah ketidakberdayaan kita menghadapi bencana asap yang rutin terjadi. Do'a ketika melihat mereka yang seharusnya BERDAYA namun juga merasa seperti tak berdaya.

Padahal asap itu berbahaya. Setidaknya begini menurut catatan dari Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes tahun 2016 lalu.

Pertama, asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan berdampak langsung pada kesehatan, khususnya gangguan saluran pernapasan.

Kedua, asap mengandung sejumlah gas dan partikel kimia yang menggangu pernapasan seperti seperti sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), formaldehid, akrelein, benzen, nitrogen oksida (NOx) dan ozon (O3).

Ketiga, material tersebut memicu dampak buruk yang nyata pada manula, bayi dan pengidap penyakit paru. Meskipun tidak dipungkiri dampak tersebut bisa mengenai orang sehat.

Coba ketik digugel, bahayanya jika manusia tercemar gas2 tersebut. Sungguh bahanya sekali!

Bagaimana kita bicara membangun SDM unggul, jika anak-anak kecil itu sudah disusupi partikel berhaya sejak kecil, sejak dari kandungannya malah.

Bagaimana kita behasrat membangun pendidikan yang berkualitas.Belum selesai kita bicara tentang sekolah yang miskin sarana, kekurangan guru, eh sekarang terkena dampak kabut asap pembakaran hutan dan lahan yang beratus ribu hektare itu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar